Postingan

Analisis Saham PT Astra International Tbk. (ASII)

Gambar
Di Indonesia ada banyak grup perusahaan yang mengelola beragam bisnis. Sebut saja grup PT Indomobil Sukses International (IMAS) yang mengelola bisnis otomotif, alat berat, dan beberapa bisnis pendukung lainnya IMAS sempat saya ulas di tulisan ini . Lalu ada grup Djarum yang mengelola bisnis rokok, perbankan, dan peralatan elektronik (Polytron, yang sekarang juga menjual sepeda motor listrik).  Mendengar kata ‘Astra’ mungkin mengingatkan pembaca akan sepeda motor dan mobil. Hal ini tidak salah, karena pada fase awal-awal berdirinya ASII, produk yang dijual adalah mobil Toyota dan sepeda motor Honda. Selain menjual produk-produk otomotif, ASII juga menjalankan bisnis dalam bidang agribisnis, jasa keuangan, alat berat, teknologi informasi, dan properti, Grup Astra bukanlah pemain kemarin sore. Perusahaan ini sudah berdiri tahun 1957 sebagai perusahaan dagang. Di tahun 1969, perusahaan menjadi distributor kendaraan dengan merek Toyota di Indonesia. Setahun kemudian, ASII menjadi distri...

Analisis Saham PT Indomobil Sukses Makmur International Tbk (IMAS)

Gambar
Semenjak perang Iran dengan Amerika berkecamuk, harga minyak dunia mengalami kenaikan. Harga bahan bakar minyak di berbagai belahan dunia pun mengalami kenaikan. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia beberapa waktu yang lalu, di mana bahan bakar non subsidi mengalami kenaikan harga. Tentunya kenaikan harga ini, jika berlangsung dalam waktu lama, dapat meningkatkan biaya transportasi pengendara sepeda motor maupun mobil. Logikanya, ketika harga barang-barang naik, konsumen yang rasional akan mencari alternatif lain. Logika yang sama juga berlaku dalam hal transportasi. Saat harga bahan bakar naik, maka konsumen akan mencari moda transportasi lain yang biaya operasionalnya lebih rendah. Entah itu dengan menggunakan transportasi umum yang biayanya lebih murah, atau menggunakan kendaraan pribadi yang biaya operasionalnya lebih rendah daripada kendaraan berbahan bakar minyak. Kendaraan listrik bisa menjadi salah satu alternatif saat harga bahan bakar naik. Hal ini dikarenakan harga listri...

Analisis Saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE)

Gambar
Banyak cafe maupun tempat makan yang berdiri belakangan ini. Ada yang berfokus pada konsep take away saja, ada pula yang menyediakan tempat makan plus kumpul-kumpul. FORE adalah salah satu dari sekian banyak cafe yang menawarkan minuman sekaligus tempat untuk kumpul-kumpul (baca:nongkrong). Beberapa gerai milik FORE seringkali terlihat ramai dipenuhi muda-mudi. Apakah hal ini menunjukkan sahamnya layak untuk dibeli? Logo PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) Seperti biasa, sebelum sampai ke kesimpulan layak atau tidak, banyak faktor yang perlu diperhatikan. Faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah sejarah perusahaan itu sendiri. PT Fore Kopi Indonesia berdiri tanggal 3 Juli 2018. Outlet pertama FORE berlokasi di Senopati, Jakarta. Berselang setahun kemudian, FORE melakukan ekspansi dengan membuka outlet di Bandung, Medan, dan Surabaya sehingga total outlet yang dimiliki FORE adalah 118 outlet. Saat pandemi menyerang, FORE beradaptasi dengan meluncurkan produk kopi ukuran 1 liter dan ...

Analisis Saham BAYU: Perusahaan Kecil dengan Kinerja Menakjubkan (dan Harganya Masih Wajar)

Gambar
Judul artikel ini terdengar berlebihan. Tapi memang begitu kenyataannya. Di Bursa Efek Indonesia biasanya perusahaan dengan kinerja keuangan yang bagus akan dihargai dengan harga yang cukup premium. Jarang ada perusahaan dengan kinerja keuangan yang bagus (misalnya ROE 20% atau lebih) yang diperdagangkan di harga wajar (dengan PBV sekitar 1.0 atau lebih rendah). Salah satu perusahaan yang mendekati kriteria ini adalah ASGR yang pernah saya bahas di postingan sebelumnya. Tapi ASGR memiliki ROE yang tidak terlalu besar (masih di bawah 20%). Lalu apakah ada perusahaan yang memenuhi dua kriteria tersebut? Jawabannya ada. Perusahaan itu bernama PT Bayu Buana Tbk. (BAYU). Logo PT Bayu Buana Tbk. (BAYU) BAYU bukanlah perusahaan kemarin sore yang baru saja muncul. BAYU sudah berdiri dari tahun 1970-an, tepatnya pada tanggal 17 Oktober 1972. Lalu berselang 16 tahun kemudian BAYU resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. BAYU sendiri menjadi perusahaan travel agent pertama yang listing...

Analisis Saham Astra Graphia (ASGR): Perusahaan yang (Mungkin) Dipandang Sebelah Mata

Gambar
Investor yang sudah lama berkecimpung di pasar modal Indonesia mungkin tidak asing dengan PT Astra International Tbk (ASII). ASII menjalankan berbagai jenis bisnis melalui anak usahanya. Produk-produknya pun dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Sebut saja produk otomotif mereka (mobil Toyota dan Daihatsu, serta sepeda motor Honda). Produk-produk mereka yang terkenal dan diminati pasar membawa dampak positif pada nama besar dan kinerja keuangan ASII.  Logo ASGR Selain merakit dan menjual kendaraan, ASII melalui anak perusahaan lainnya juga menjalankan bisnis lain. Salah satunya PT Astra Graphia Tbk. dengan kode saham ASGR. Berbeda dengan anak perusahaan ASII yang lain seperti AUTO (yang membuat dan menjual suku cadang kendaraan) atau AALI (yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit), ASGR relatif jarang dibicarakan oleh pelaku pasar modal Indonesia.  Cikal bakal perusahaan bermula dari sebuah divisi di PT Astra International  dengan nama Divisi Xerox. Divisi ini b...