Analisis Saham ZYRX dari Sisi Fundamental

Di tahun 2026 ini banyak barang yang harganya mengalami kenaikan. Salah satu barang yang juga mengalami kenaikan di tahun 2026 adalah komputer. Biasanya kenaikan harga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan yang mampu menekan biaya. Salah satu perusahaan yang memproduksi komputer adalah PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk, dengan kode ticker ZYRX. Lalu bagaimana kondisi keuangan ZYRX di tengah kenaikan harga komputer dan komponen pendukungnya? Apakah ada kenaikan keuntungan dan laba, sehingga sahamnya layak digunakan untuk berinvestasi?

Logo Zyrex, brand laptop produksi ZYRX

ZYRX didirikan pada tahun 1996 oleh Bapak Timothy Siddik. Tujuan perusahaan saat itu adalah menyediakan komputer berteknologi up to date namun dengan harga yang terjangkau. Berselang delapan tahun kemudian perusahaan mulai terjun ke bisnis laptop. Bisnis laptop ini masih dijalankan oleh perusahaan sampai saat ini. Perusahaan mencoba melakukan ekspansi ke bisnis tablet dan ponsel pintar pada tahun 2013, namun ekspansi ini dihentikan pada tahun 2016. Tahun 2019 perusahaan mulai berpartisipasi dalam proyek pemerintahan. Lalu di tahun 2021 ZYRX resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Di tahun-tahun selanjutnya ZYRX mengembangkan bisnisnya dengan memperluas jaringan distribusi, memproduksi produk dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang lebih tinggi, dan berpartisipasi dalam proyek-proyek pemerintah.

Sampai dengan akhir tahun 2025 posisi direktur utama diisi oleh Bapak Timothy Siddik. Sedangkan posisi komisaris utama diisi oleh Bapak Widya Kumala Sulityo. Posisi komisaris independen diisi oleh Bapak Wijaya Subekti. Sejauh penelusuran yang sudah dilakukan, manajemen tidak terindikasi pernah melakukan hal yang aneh-aneh. Bapak Timothy Siddik pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus Chromebook, akan tetapi perlu diingat status beliau hanyalah sebagai saksi.

Setelah beroperasi selama 30 tahun perusahaan masih bergerak dalam industri komputer dan perakitan komputer. Produk yang dijual perusahaan mencakup laptop, PC, monitor, dan set top box dengan brand Zyrex. Produk-produk ini dijual melalui berbagai saluran distribusi di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kondisi keuangan ZYRX di Q2 2026 (atau selama enam bulan pertama di tahun 2026) kurang begitu bagus. ZYRX mencatatkan rugi sebesar Rp22,3 miliar. Kerugian tersebut jika disetahunkan setara dengan Rp44,6 miliar. Karena pada periode tersebut ZYRX memiliki ekuitas sebesar Rp310,2 miliar, maka ROE disetahunkan ZYRX adalah sekitar -14,39%. Analisis keuangan ringkas ZYRX dapat dilihat pada gambar berikut:

Analisis keuangan ZYRX
Analisis keuangan ZYRX. Klik gambar untuk memperbesar

Apakah saham ini layak digunakan untuk investasi? Jika hanya melihat ROE saja, ZYRX kurang cocok digunakan untuk berinvestasi. Tetapi jika ditelusuri lebih lanjut, ZYRX mengalami kerugian karena naiknya beban non operasional, salah satunya karena perubahan nilai kurs. Tentunya saat kurs kembali normal nanti, ZYRX mungkin akan kembali mencatatkan laba dan alhasil sahamnya akan naik lagi. Selain itu ZYRX cukup menarik jika dilihat dari PBV-nya yang di bawah 1.0 kali. Terlepas dari kondisi keuangannya yang kurang bagus, sebagai perusahaan di bidang teknologi ZYRX memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Terlebih Bapak Timothy Siddik selaku pendiri perusahaan masih tetap aktif dalam posisi manajemen puncak perusahaan.

Oh, satu lagi. ZYRX punya pesaing yaitu AXIO yang laptopnya cukup mudah ditemui di pasaran.

Disclaimer: Artikel ini bukanlah rekomedasi. Keuntungan atau kerugian yang muncul akibat transaksi saham ZYRX (maupun tindakan lainnya yang didasarkan atas artikel ini) menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Saham BAYU: Perusahaan Kecil dengan Kinerja Menakjubkan (dan Harganya Masih Wajar)

Analisis Saham PT Indomobil Sukses Makmur International Tbk (IMAS)

Analisis Saham Astra Graphia (ASGR): Perusahaan yang (Mungkin) Dipandang Sebelah Mata